Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Banjir Meluas di Tangerang, Sungai Meluap Rendam Ribuan Rumah dan 108 Hektare Sawah

Laporan: Firman
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:39 WIB
--
--

RMBANTEN.COM - Kabupaten Tangerang — Bencana banjir di Kabupaten Tangerang, Banten, kian meluas akibat meluapnya sejumlah aliran sungai. Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi 108 hektare area persawahan, memicu ancaman gagal panen dan melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah kecamatan.
 

Di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter. Luapan Sungai Cidurian pada Selasa (13/1/2026) malam membuat tanggul setinggi satu meter tak mampu menahan derasnya air bah.
 

“Tingginya debit Sungai Cidurian membuat tanggul jebol. Air masuk ke perumahan sampai dua meter dan memaksa warga mengungsi, termasuk saya,” ujar Radiani, warga setempat, melansir laman RRI.co.id, Rabu (14/1/2026).
 

Warga Buat Perahu Darurat
 

Radiani menuturkan, banjir merendam lima RT dan dua RW di lingkungan perumahannya. Bahkan dalam dua pekan terakhir, kawasan tersebut telah tiga kali terendam banjir.
 

Kondisi darurat memaksa warga membuat perahu rakitan dari bambu dan galon untuk mobilitas dan evakuasi warga terdampak.
 

“Di bagian belakang perumahan, ketinggian air hampir dua meter. Ini sudah jadi langganan banjir,” katanya.
 

Banjir Kiriman dari Hulu
 

Menurut Radiani, banjir di wilayahnya merupakan banjir kiriman akibat luapan sungai dari wilayah hulu. Bahkan, banjir tetap terjadi meski hujan tidak turun di sekitar permukiman.
 

“Meski enggak hujan di sini, tetap banjir kalau Sungai Cidurian meluap. Ini sudah puluhan tahun terjadi,” ujarnya.
 

Ironisnya, hingga saat ini warga mengaku belum menerima bantuan pemerintah, baik logistik, perahu evakuasi, maupun obat-obatan.
 

“Yang paling dibutuhkan sekarang perahu, makanan, dan obat-obatan. Sampai hari ini belum ada bantuan,” keluhnya.
 

108 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
 

Terpisah, Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rosid, mengungkapkan banjir juga merendam 108 hektare lahan persawahan di Kadu Agung, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa.
 

“Total ada 108 hektare sawah terendam. Rinciannya, 62 hektare di blok dua dan 46 hektare di blok tiga terancam gagal panen atau puso,” jelas Cucu.
 

Kondisi tersebut membuat petani dilanda kekhawatiran akibat potensi kerugian besar. Selain lahan pertanian, sekitar 30 rumah warga juga terendam luapan Sungai Cimanceuri.
 

Ribuan Warga Bersiaga
 

Cucu menyebut, sejumlah kepala keluarga kini bersiaga mengantisipasi kenaikan debit air susulan. Ketinggian air di permukiman mencapai 20 hingga 40 sentimeter, sementara di area persawahan bisa menembus lebih dari satu meter.

 

“Ini bukan semata hujan lokal. Kalau di wilayah hulu, khususnya Bogor, hujan deras, kami pasti terdampak,” ujarnya.
 

50 Ribu Warga Terdampak
 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 45 hingga 50 ribu warga terdampak banjir di enam kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 jiwa dievakuasi dan 1.000 lainnya terpaksa mengungsi.
 

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyebut wilayah terdampak terparah meliputi Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, hingga Sepatan.
 

“Update terakhir, ada sekitar 10.000 KK atau kurang lebih 45–50 ribu jiwa terdampak banjir di sejumlah titik,” kata Taufik, Selasa (13/1/2026).rajamedia

Komentar: