Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Asap Masih Mengepul! Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, 154 Warga Terserang ISPA

Laporan: Firman
Rabu, 01 Juli 2026 | 19:03 WIB
Kebakran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang - Foto: Repro =
Kebakran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang - Foto: Repro =

RMBANTEN.COM -  Tangerang – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (1/7/2026) pukul 18.38 WIB.
 

Setelah lebih dari 25 jam berlangsung, kobaran api memang mulai berkurang di beberapa titik. Namun, kepulan asap putih pekat masih terus membumbung dari timbunan sampah, memicu gangguan kesehatan, menghambat jarak pandang, dan memperburuk kualitas udara di kawasan sekitar.
 

Pemerintah Kabupaten Tangerang pun menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan bencana tersebut.
 

Asap Tebal Selimuti Permukiman
 

Meski intensitas api mulai menurun, asap tebal masih keluar dari lapisan bawah timbunan sampah yang terus terbakar.
 

Kondisi itu menyebabkan jarak pandang di sekitar lokasi menjadi terbatas, sementara bau menyengat akibat gas dari sampah terbakar terbawa angin hingga mencapai kawasan permukiman yang cukup jauh dari lokasi TPA.
 

Warga di sekitar lokasi mengaku mulai merasakan sesak napas dan iritasi akibat paparan asap yang belum juga mereda.
 

154 Warga Terserang ISPA
 

Dampak kesehatan mulai dirasakan masyarakat.
 

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan mayoritas penderita merupakan balita dan ibu rumah tangga.
 

Untuk mempercepat pelayanan, pemerintah membuka empat posko kesehatan utama dan satu pos siaga di wilayah Kecamatan Rajeg dan Sukadiri.
 

Sementara itu, sejumlah keluarga yang tinggal paling dekat dengan perimeter TPA telah dievakuasi sementara ke Balai Desa Tanjakan Mekar guna menghindari paparan asap.
 

Water Bombing Berhenti, Pemadaman Darat Terus Berjalan
 

Operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB terpaksa dihentikan sementara saat malam tiba.
 

Keterbatasan jarak pandang membuat penyiraman dari udara tidak memungkinkan dilanjutkan dan baru akan kembali dilakukan pada Kamis pagi.
 

Meski demikian, petugas gabungan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta relawan tetap berjaga sepanjang malam.
 

Fokus utama saat ini adalah melakukan cooling down atau pendinginan di area terluar agar api tidak kembali meluas ke lahan maupun permukiman warga.
 

Lahan Terbakar Terus Bertambah
 

Berdasarkan perkembangan terakhir, luas area sampah yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 15 hektare.
 

Besarnya volume sampah yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung sangat lambat.
 

Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar hingga ke lapisan bawah timbunan sampah yang sulit dijangkau.
 

Medan Sulit dan Cuaca Jadi Kendala
 

Tim pemadam menghadapi berbagai hambatan di lapangan.
 

Selain material sampah yang mudah terbakar dan menyimpan gas metana, akses menuju titik api juga cukup sulit karena jalan yang sempit dan dipadati antrean truk pengangkut sampah.
 

Kondisi musim kemarau dengan suhu udara tinggi serta embusan angin kencang turut mempercepat penyebaran api ke area lain.
 

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan seluruh personel gabungan akan tetap disiagakan hingga kebakaran benar-benar berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman bagi masyarakat.
 

RAJA MEDIA I Tangerangrajamedia

Komentar: