Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Anak Krakatau Masih Bergejolak, 21 Gempa Hybrid Terekam dalam Enam Jam

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 06 September 2026 | 20:25 WIB
Erupsi gunung Anak Krakatau - Foto: Magma ESDM -
Erupsi gunung Anak Krakatau - Foto: Magma ESDM -

RMBANTEN.COM — Selat Sunda — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan dinamika. Dalam pengamatan Minggu (6/9/2026) periode pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat puluhan gempa vulkanik, termasuk gempa hybrid hingga tremor menerus.
 

Berdasarkan laporan pengamatan Magma ESDM, aktivitas kegempaan di tubuh Anak Krakatau masih didominasi gempa fase banyak atau hybrid.
 

21 Gempa Hybrid Terekam
 

Pengamat Gunung Api (PGA) Anak Krakatau PVMBG Kementerian ESDM, Rioboniek Situmorang, mengatakan tercatat 21 kali gempa hybrid dengan amplitudo 18–43 mm dan durasi 5–25 detik.
 

“Hasil pengamatan kegempaan mencatat terjadi 21 kali gempa hybrid atau Fase Banyak dengan amplitudo 18–43 mm dan durasi 5–25 detik,” kata Rioboniek dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
 

Selain itu, PVMBG merekam 14 kali gempa Low Frequency, tiga kali gempa hembusan, serta satu kali Tremor Menerus dengan amplitudo 5–20 mm.
 

Aktivitas tersebut menunjukkan dinamika pergerakan fluida di dalam tubuh gunung masih berlangsung.
 

Puncak Tertutup Kabut Tebal
 

Dari sisi visual, kondisi Anak Krakatau tidak dapat diamati secara optimal karena puncak gunung tertutup kabut.
 

“Visual gunung api tertutup Kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati,” ujar Rioboniek.
 

Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung dengan suhu 27,9–29,2 derajat Celsius. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut.
 

Status Siaga, Radius 3 Km Dilarang
 

Dengan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga), PVMBG kembali mengingatkan masyarakat, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan kawah aktif.
 

“Rekomendasi kami, masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegas Rioboniek.
 

Masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta tetap mengikuti perkembangan dan informasi resmi dari pemerintah serta tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: