Inflasi Kota Tangerang Naik 2,66 Persen, Harga Cabai Jadi Pemicu
RMBANTEN.COM – Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menjaga stabilitas perekonomian daerah di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Pada September 2026, inflasi Kota Tangerang tercatat 2,66 persen secara tahunan (year-on-year) dan 0,27 persen secara bulanan (month-to-month).
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan angka tersebut masih berada dalam rentang terkendali.
Inflasi Naik, Masih Terkendali
Ruta mengatakan berdasarkan pembaruan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Tangerang meningkat dari 2,29 persen menjadi 2,66 persen.
Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Provinsi Banten yang mencapai 3,14 persen.
“BPS telah merilis update indeks inflasi yang mengalami sedikit kenaikan dari 2,29 persen menjadi 2,66 persen. Meski begitu, angka tersebut masih di taraf stabil bahkan berada dalam rentang terkendali jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Provinsi Banten yang mencapai 3,14 persen,” ujar Ruta, melansir laman Pemkot Tangerang, Jumat (2/10/2026).
Harga Cabai Melonjak
Kenaikan inflasi pada September turut dipengaruhi sejumlah komoditas pangan. Cabai merah tercatat mengalami inflasi sebesar 15,69 persen, disusul cabai rawit 7 persen dan daging ayam ras 4,48 persen.
Menurut Ruta, kenaikan harga cabai menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan terhadap inflasi di Kota Tangerang.
“Adanya sedikit peningkatan inflasi pada bulan ini dipengaruhi kenaikan sejumlah komoditas pangan, salah satunya harga cabai yang terpantau melonjak di pasar-pasar Kota Tangerang,” katanya.
Ia menyebut kondisi pasokan dari daerah pemasok menjadi salah satu faktor yang diperkirakan memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut.
Pemkot Perkuat Pemantauan Harga dan Stok
Untuk menahan tekanan inflasi, Pemkot Tangerang memperkuat pemantauan terhadap harga, ketersediaan, dan pasokan komoditas pangan di pasar.
Pemantauan difokuskan pada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan daging ayam ras. Pemkot juga mencermati kondisi pasokan dari daerah pemasok guna mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat mendorong harga semakin tinggi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Jaga Stabilitas hingga Akhir Tahun
Pemkot Tangerang akan terus memantau perkembangan harga dan stok pangan hingga akhir tahun. Jika terjadi gejolak pada komoditas tertentu, pemerintah daerah dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pulitik Jero 1 minggu yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Patandang | 1 minggu yang lalu
Warta Banten | 3 hari yang lalu
Patandang | 1 minggu yang lalu
Ékobis | 3 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu