Update: Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Jinak, 154 Warga Terserang ISPA
RMBANTEN.COM - Tangerang – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan hingga Kamis (2/7/2026) pukul 09.36 WIB.
Memasuki hari ketiga penanganan, kepulan asap putih pekat kembali menyelimuti kawasan permukiman mengikuti arah angin. Kondisi tersebut memperburuk kualitas udara dan meningkatkan ancaman kesehatan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Asap Kepung Permukiman Warga
Pantauan di lapangan menunjukkan kepulan asap bergerak dominan ke arah utara.
Kabut asap tebal mulai membatasi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang berbatasan dengan Kecamatan Mauk dan Sukadiri.

Sejumlah warga memilih tetap berada di dalam rumah untuk menghindari paparan asap yang semakin pekat.
154 Warga Terserang ISPA
Dampak kebakaran terhadap kesehatan terus bertambah.
Data terbaru Dinas Kesehatan mencatat 154 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat menghirup asap dari kebakaran TPA.
Yang mengkhawatirkan, satu ibu hamil dilaporkan harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami sesak napas berat akibat paparan asap.
Sementara itu, 52 warga dari 30 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian yang dipusatkan di Kantor Desa Mekar Bakti dan terus mendapatkan pemantauan dari tim medis.
Helikopter BNPB Kembali Beraksi
Sejak pagi, operasi pemadaman kembali diperkuat.
Dua helikopter water bombing milik BNPB kembali melakukan penyiraman dari udara untuk menjangkau titik-titik api di puncak gunungan sampah yang sulit diakses petugas darat.
Di sisi lain, tim pemadam kebakaran masih berjibaku menghadapi bara api yang terus muncul dari lapisan bawah timbunan sampah.
Keberadaan gas metana yang terperangkap di dalam gunungan sampah menjadi tantangan terbesar karena bara api dapat kembali menyala saat tertiup angin kencang.
Puluhan Truk Sampah Mengular
Aktivitas pelayanan persampahan tetap berjalan, namun dengan sejumlah penyesuaian.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menerapkan sistem buka-tutup di jalur utama menuju TPA untuk memberi prioritas kepada armada pemadam kebakaran dan truk tangki air.
Seluruh truk sampah dari 29 kecamatan tetap diarahkan ke TPA Jatiwaringin, tetapi hanya diperbolehkan membongkar muatan di zona aman sisi barat.
Akibat pembatasan tersebut, lebih dari 40 truk dilaporkan mengantre panjang di sepanjang akses menuju lokasi TPA.
Sukadiri dan Mauk Paling Terdampak
Sebaran asap kini meluas hingga wilayah perbatasan Kecamatan Mauk dan Sukadiri.
Wilayah Sukadiri menjadi kawasan dengan dampak paling berat akibat kepulan asap yang terus bergerak ke arah permukiman warga.
Pemerintah telah mendirikan posko kesehatan darurat di wilayah tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan pernapasan.
Sementara di sejumlah desa di Kecamatan Mauk, warga juga mengeluhkan bau menyengat dan kualitas udara yang memburuk.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker berstandar N95, serta menyalakan lampu utama kendaraan saat melintas karena jarak pandang yang menurun drastis.
Status Darurat Masih Berlaku
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan seluruh personel gabungan tetap disiagakan selama 24 jam.
Fokus utama saat ini adalah memadamkan bara api di lapisan bawah timbunan sampah sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat asap yang terus menyelimuti kawasan sekitar TPA Jatiwaringin.
RAJA MEDIA I Tangerang![]()
Parlemen | 6 hari yang lalu
Patandang | 22 jam yang lalu
Ékobis | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Kaséhatan | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu