Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

DPR Desak Investigasi Total Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:33 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus - Humas DPR -
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus - Humas DPR -

RMBANTEN.COM – Jakarta - Tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura yang menewaskan lima penumpang berbuntut panjang. Komisi V DPR RI memastikan akan memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta sejumlah pihak terkait untuk mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.
 

Rapat pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, dengan menghadirkan Menteri Perhubungan, KNKT, Pelindo, hingga operator kapal.
 

Komisi V Panggil Semua Pihak
 

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan seluruh pihak yang bertanggung jawab akan dimintai penjelasan terkait tragedi tersebut.
 

"Kami akan mengundang Menteri Perhubungan, KNKT, Pelindo, serta penyedia jasa yang memiliki kapal. Semua akan kami mintai keterangan terkait kecelakaan Mutiara Sentosa 2," ujar Lasarus, Rabu (5/8/2026).
 

Pemerintah Dinilai Bertanggung Jawab
 

Menurut Lasarus, pemerintah memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan.
 

Ia menegaskan, izin kapal untuk berlayar sepenuhnya berada di bawah otoritas pemerintah.
 

"Pemerintah yang menentukan kapal boleh atau tidak boleh berlayar. Otorisasi itu ada di pemerintah," tegasnya.
 

Soroti Lemahnya Pengawasan
 

Lasarus menilai insiden tersebut menjadi bukti lemahnya pengawasan keselamatan pelayaran di Indonesia.
 

Padahal, Komisi V DPR telah berulang kali mengingatkan pentingnya pemeriksaan kelayakan kapal atau ramp check sebelum kapal beroperasi.
 

Menurutnya, minimnya anggaran untuk kegiatan pengawasan menjadi salah satu penyebab lemahnya kontrol terhadap kapal-kapal penumpang.
 

"Ini bukti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap keselamatan pelayaran. Salah satunya karena anggaran ramp check tidak memadai," katanya.
 

Manifes Penumpang Jadi Sorotan
 

Komisi V DPR juga menyoroti temuan adanya perbedaan antara jumlah penumpang di kapal dengan data manifes.
 

Lasarus mempertanyakan bagaimana kapal bisa diizinkan berlayar jika jumlah penumpang yang sebenarnya tidak sesuai dengan data resmi.
 

"Jumlah manifes lebih sedikit daripada jumlah penumpang. Hal sekecil itu saja tidak diawasi. Padahal itu kewajiban pemerintah untuk memastikan datanya sesuai," ujarnya.
 

Minta Investigasi Menyeluruh
 

Komisi V DPR mendesak dilakukan investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2.
 

Hasil investigasi tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi total sistem pengawasan keselamatan pelayaran agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: