Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Piala Presiden Simbol Sportivitas, Transparansi, dan Ekonomi! Ara Tinggalkan Legacy Besar

Laporan: Raja Media Network
Jumat, 07 Agustus 2026 | 21:16 WIB
Ketua SC Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait meninggalkan legacy besar di perhelatan Piala Presiden - Ilustrasi RMN -
Ketua SC Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait meninggalkan legacy besar di perhelatan Piala Presiden - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM – Gianyar, Piala Presiden - Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menutup penyelenggaraan turnamen dengan penuh rasa syukur usai laga final yang mempertemukan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
 

Bagi Maruarar, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menghadirkan sportivitas, menggerakkan ekonomi rakyat, serta dikelola secara profesional dan transparan.
 

Sportivitas Jadi Mahkota Turnamen
 

Maruarar mengapresiasi penampilan Persib dan Persebaya yang menyuguhkan pertandingan berkualitas tinggi dengan menjunjung sportivitas.

Menurutnya, delapan edisi Piala Presiden sejak pertama kali digelar pada 2015 telah menjadikan turnamen ini sebagai kompetisi pramusim paling bergengsi di Indonesia.
 

"Merebut Piala Presiden bukan perkara mudah. Kualitas pertandingan setiap tahun terus meningkat," ujar Maruarar.
 

Hadiah Naik, Motivasi Klub Ikut Melonjak
 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi klub peserta, Maruarar memutuskan menaikkan total hadiah menjelang partai final.
 

Hasilnya, distribusi hadiah menjadi:
 

🥇 Persebaya Surabaya (Juara): Rp8 miliar 

🥈 Persib Bandung (Runner-up): Rp3,5 miliar 

🥉 Persija Jakarta (Peringkat 3): Rp2,5 miliar 

- Arema FC (Peringkat 4): Rp1,5 miliar 

Kenaikan hadiah tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat klub-klub Indonesia untuk meningkatkan kualitas permainan menghadapi kompetisi Liga 1.
 

Tanpa Uang Negara, Diaudit PwC
 

Salah satu hal yang kembali ditekankan Maruarar adalah komitmen menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang bersih.
 

Ia memastikan seluruh penyelenggaraan Piala Presiden dibiayai 100 persen oleh sektor swasta, tanpa menggunakan dana APBN maupun BUMN.
 

Tak hanya itu, seluruh pengelolaan keuangan juga diaudit secara independen oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
 

UMKM Ikut Menang
 

Maruarar menegaskan, manfaat Piala Presiden tidak hanya dirasakan klub peserta, tetapi juga masyarakat.
 

Selama turnamen berlangsung, sektor perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi yang signifikan.
 

Panitia bahkan menyediakan stan gratis bagi UMKM di area stadion sehingga pelaku usaha lokal dapat meningkatkan omzet selama kompetisi berlangsung.
 

"Sepak bola harus memberi manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya bagi pemain dan klub," tegasnya.
 

Terima Kasih untuk Presiden Prabowo
 

Dalam kesempatan itu, Maruarar juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap perkembangan sepak bola nasional.
 

Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyelenggaraan Piala Presiden terus berkembang dari tahun ke tahun.
 

Edisi Terakhir Maruarar
 

Piala Presiden 2026 sekaligus menjadi penutup kiprah Maruarar Sirait sebagai Ketua Steering Committee.
 

Sesuai rencana PSSI yang telah diumumkan Ketua Umum Erick Thohir, mulai 2027 Piala Presiden akan bertransformasi menjadi turnamen khusus Tim Nasional Indonesia.
 

Dengan demikian, edisi 2026 menjadi akhir dari sebuah era yang selama delapan penyelenggaraan berhasil mengangkat gengsi turnamen pramusim sekaligus memberi dampak nyata bagi sepak bola nasional dan ekonomi rakyat.
 

RAJA MEDIA - Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: