DPR Ingatkan Risiko Long Weekend Jika WFH Diterapkan Hari Jumat
RMBANTEN.COM - Jakarta, Legislator — Wacana Work From Home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) terus disorot DPR.
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta pemerintah tidak asal menetapkan hari pelaksanaan WFH.
WFH Harus Tepat Sasaran
Khozin menegaskan, kebijakan WFH saat ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, mobilitas masyarakat dibatasi.
Kini? Aktivitas sudah kembali normal.
“Jumlah hari dan pilihan hari WFH harus benar-benar ditujukan untuk efisiensi BBM,” kata Khozin, Rabu (25/3/2026).
WFH Jumat Berisiko Picu Lonjakan Mobilitas
Khozin mengingatkan, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, justru bisa kontraproduktif. Alih-alih menekan mobilitas, kebijakan itu berpotensi memicu long weekend.
“WFH di hari Jumat bisa mendorong orang bepergian lebih awal. Tujuannya jadi bias,” ujarnya.
Artinya, penghematan BBM bisa gagal tercapai.
Momentum Benahi Transportasi dan Polusi
Di sisi lain, Khozin melihat peluang dari kebijakan ini. WFH bisa dimanfaatkan untuk mengurangi polusi udara sekaligus memperbaiki tata kelola transportasi publik.
Namun, semua harus dihitung secara matang.
Perlu Perhitungan Presisi
Khozin menekankan, pemerintah harus cermat menentukan:
1. Jumlah hari WFH
2. Hari pelaksanaan
3. Wilayah penerapan
Semua itu harus berbasis perhitungan yang presisi.
“Jangan sampai efisiensi BBM tidak tercapai, tapi pelayanan publik justru terganggu,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah memastikan kebijakan tetap seimbang—hemat energi, tanpa mengorbankan produktivitas dan layanan masyarakat.![]()
Patandang 4 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Pulitik Jero | 2 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 22 jam yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu