Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

HUT BANTEN KE-26

Ace Hasan Tegaskan Makna Jawara Modern: Berani Ambil Keputusan Sulit untuk Rakyat

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:11 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb Ace Hasan Syadzily menerima tumpeng dari Gubernur Banten Andra Soni di HUT Banten ke 26 - Foto: Lemhannas/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb Ace Hasan Syadzily menerima tumpeng dari Gubernur Banten Andra Soni di HUT Banten ke 26 - Foto: Lemhannas/RMN -

RMBANTEN.COM – Kota Serang – Gubernur Lemhannas RI Dr. TB Ace Hasan Syadzily menyerukan redefinisi makna jawara di Banten. Menurutnya, jawara modern bukan mereka yang mengandalkan kekuatan fisik, melainkan orang-orang yang berani mengambil keputusan sulit dan bekerja nyata untuk kepentingan rakyat.
 

Pesan tersebut disampaikan Ace Hasan saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, Minggu (4/10/2026).

Sebagai putra Pandeglang yang turut serta dalam proses lahirnya Provinsi Banten, Ace Hasan menyampaikan harapannya agar para pemimpin di Banten terus memastikan kemajuan daerah yang dikenal sebagai tanah para ulama dan jawara.
 

Jawara Bukan Lagi Soal Kekuatan Otot
 

Ace Hasan menegaskan, perubahan zaman membutuhkan pemaknaan baru terhadap sosok jawara.
 

Menurutnya, jawara masa kini tidak seharusnya dimaknai sebagai orang yang mempertontonkan kekuatan otot untuk menyelesaikan konflik dan persoalan.

“Jawara modern adalah para pemimpin yang berani mengambil keputusan yang sulit untuk kepentingan rakyatnya,” ujar Ace Hasan.
 

Ia menilai semangat jawara harus tercermin dalam keberanian, tanggung jawab, integritas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
 

Guru, Pengusaha hingga Birokrat Bisa Jadi Jawara
 

Ace Hasan memperluas makna jawara modern ke berbagai profesi dan peran di tengah masyarakat.
 

Menurutnya, guru adalah jawara ketika mendidik generasi muda agar memiliki kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter.
 

Pengusaha juga menjadi jawara ketika tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
 

Sementara itu, wakil rakyat disebut sebagai jawara ketika mampu peka, mau mendengar, dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya.
 

Adapun birokrat menjadi jawara ketika mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjauhi praktik korupsi.
 

Banten Harus Maju di Tanah Para Ulama dan Jawara
 

Sebagai putra Pandeglang yang turut terlibat dalam proses lahirnya Provinsi Banten, Ace Hasan berharap kepemimpinan di Banten mampu menjaga sekaligus mengembangkan potensi daerah.
 

Harapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia, pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, serta keberpihakan terhadap masyarakat.
 

Baginya, semangat jawara harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk bekerja dan mengambil keputusan yang memberikan manfaat nyata bagi Banten.
 

Hadir Bersama Pimpinan Banten
 

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Ace Hasan hadir didampingi Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Tenaga Ahli Profesional Lemhannas Prof. Dadan Umar Daehani.
 

Hadir pula Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, para kepala daerah se-Banten, serta tokoh-tokoh Banten.
 

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Provinsi Banten H. Fahmi Hakim.
 

Bagi Ace Hasan, momentum hari jadi Banten menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan semangat bersama dalam membangun daerah yang maju, sekaligus menjaga karakter Banten sebagai tanah para ulama dan jawara.
 

“Dirgahayu Provinsi Banten ke-26”
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: