Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pilar Saga Tantang Perajin Tangsel Tembus Pasar Dunia

Laporan: CAREP-01
Jumat, 09 Oktober 2026 | 18:35 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat menghadiri Workshop Kriya Tangerang Selatan - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat menghadiri Workshop Kriya Tangerang Selatan - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM – Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mendorong pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya memperkuat identitas dan keunikan produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. 
 

Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri Workshop Kriya Tangerang Selatan dalam rangka Program Penguatan Ekosistem Creative Hub di Command Center Puspemkot Tangsel, Kamis (8/10/2026).
 

Identitas Produk Jadi Kunci Persaingan
 

Pilar menegaskan, pelaku usaha perlu membangun identitas merek (brand identity) yang membedakan produk mereka dari pesaing. Inovasi dan riset pasar menjadi langkah penting untuk memahami kebutuhan konsumen sekaligus menemukan keunggulan produk lokal.
 

“Setiap produk di Tangsel harus punya ciri khas tersendiri. Mereka harus meriset bagaimana cara mengenal pasar dan bagaimana cara menguasai pasar,” ujar Pilar mengutip laman resmi Pemkot Tangsel.
 

Menurutnya, tanpa inovasi dan karakter yang kuat, produk kriya lokal akan kesulitan menghadapi persaingan dengan produk dari daerah lain maupun luar negeri.
 

Produk Kriya Lokal Berpeluang Tembus Pasar Dunia
 

Subsektor kriya di Tangsel mencakup beragam produk, mulai dari aksesori seperti kalung, gelang, dan cincin, dekorasi interior, furnitur, hingga tenun dan batik.
 

Pilar menilai produk lokal memiliki kualitas yang berpotensi menjangkau pasar lebih luas. Namun, pelaku usaha masih menghadapi persaingan harga, terutama dari produk impor yang ditawarkan dengan harga lebih murah.
 

“Produk mereka sebenarnya bagus-bagus. Bahkan kualitasnya sudah bisa sampai pasar dunia. Cuma karena persaingan dengan produk-produk China yang lebih murah, mereka kalah,” katanya.
 

Karena itu, pelaku usaha diminta tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga memperkuat keunikan desain, kualitas, dan karakter lokal sebagai nilai tambah.
 

Pilar mencontohkan batik Tangsel yang perlu memiliki pembeda agar mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. Menurutnya, riset diperlukan untuk menemukan karakter yang dapat menjadi identitas khas produk daerah.
 

Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
 

Workshop tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel bersama Kementerian Ekonomi Kreatif.
 

Pilar berharap pelatihan ini meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam melakukan riset pasar, membangun identitas merek, dan menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing.
 

“Riset itu perlu dilakukan, lalu kita berikan ilmunya bersama Kementerian Ekraf supaya hasil dari produk itu benar-benar memiliki kualitas tinggi, berdaya saing, dan punya uniqueness sendiri,” tuturnya.
 

Melalui penguatan identitas produk dan inovasi berkelanjutan, pelaku kriya Tangsel diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif daerah.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: