Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tarian Kabasaran dan Golok Banten Warnai Harmony Speech Festival di Kota Serang

Laporan: Firman
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:49 WIB
Gubernur Banten Andra Soni mengacungkan golok Banten di acara Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni mengacungkan golok Banten di acara Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Tarian Kabasaran dari masyarakat Minahasa menjadi salah satu penampilan dalam Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama yang digelar FKUB Kota Serang di Lapangan Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (19/8/2026).
 

Kegiatan tersebut diikuti 158 peserta lintas agama. Festival menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berdialog, sekaligus memperkuat toleransi dan nilai-nilai kemanusiaan.
 

Tarian Kabasaran Simbol Persaudaraan
 

Kehadiran Kerukunan Kawanua Banten turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut. Mereka mempersembahkan Tarian Kabasaran dan Golok Banten kepada Gubernur Banten Andra Soni.
 

Persembahan itu menjadi simbol penghormatan, persaudaraan, serta kecintaan terhadap Banten.
 

Tarian Kabasaran sendiri merupakan bagian dari tradisi masyarakat Minahasa. Kehadirannya dalam festival lintas agama menunjukkan perjumpaan budaya yang hidup di tengah keberagaman masyarakat Banten.
 

158 Peserta Lintas Agama
 

Harmony Speech Festival mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang agama.
 

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak membangun ruang dialog dan saling memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama masing-masing.
 

Keberagaman tidak dipandang sebagai alasan untuk terpisah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis.
 

Perbedaan Jadi Kekuatan
 

Semangat persaudaraan menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.
 

Perbedaan budaya dan keyakinan dapat tetap berjalan beriringan ketika dibangun dengan sikap saling menghormati dan menjunjung nilai kemanusiaan.
 

Kehadiran Tarian Kabasaran dan Golok Banten menjadi simbol bahwa identitas budaya yang berbeda dapat bertemu dalam satu semangat persaudaraan.
 

"Jadikan perbedaan sebagai kekuatan, persaudaraan sebagai jembatan, dan keberagaman sebagai energi untuk membangun Banten dan Indonesia," demikian semangat yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.rajamedia

Komentar: