Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pemkab Tangerang Gandeng BRIN, Efisiensi Pupuk Petani Ditargetkan hingga 30 Persen

Laporan: Firman
Jumat, 23 Oktober 2026 | 15:15 WIB
Pemkab Tangerang gandeng BRIN, efisiensi pupuk petani ditargetkan hingga 30 persen - Ilustrasi RMN -
Pemkab Tangerang gandeng BRIN, efisiensi pupuk petani ditargetkan hingga 30 persen - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM — Tangerang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan produktivitas padi sawah melalui riset dan inovasi teknologi pertanian.
 

Kerja sama tersebut meliputi pelatihan pembuatan pupuk organik, pemetaan kondisi hara tanah, pengujian teknologi pengelolaan lahan, hingga pengembangan aplikasi seluler untuk memberikan rekomendasi pengelolaan lahan sesuai karakteristik tanah.
 

Program ini diharapkan dapat memperbaiki kesehatan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menekan biaya produksi petani.
 

Manfaatkan Riset untuk Tingkatkan Produktivitas
 

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan pendampingan BRIN dalam program Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian (Padi) merupakan tindak lanjut program NGEMAS, yakni kajian berbasis riset untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman.
 

Menurutnya, pelatihan pembuatan pupuk organik menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara Pemkab Tangerang dan BRIN dalam menerapkan hasil penelitian di lapangan.
 

Melalui program tersebut, efisiensi penggunaan pupuk ditargetkan mencapai 15–30 persen. Dengan demikian, petani diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan.
 

Pupuk Organik Berbasis Bahan Lokal
 

Ujang menjelaskan, pelatihan menggunakan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN dengan memanfaatkan sejumlah bahan pembenah tanah yang tersedia secara lokal.
 

"Kita praktikkan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Kita memadukan bahan-bahan pembenah tanah, seperti biochar arang sekam dan kotoran hewan (kohe) matang, yang kaya nutrisi organik dari rumput laut serta limbah organik yang diproses secara tepat dengan bantuan asam fosfat, perekat PPA, dan pengayaan urea terukur," kata Ujang.
 

Ia menambahkan, perpaduan bahan tersebut merupakan teknologi sederhana dan tepat guna untuk mengoptimalkan sumber daya lokal menjadi pupuk organik berkualitas.
 

Penerapan teknologi ini diharapkan membantu petani memperbaiki kualitas tanah sawah sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk yang berbiaya tinggi.
 

Uji Coba di Lahan Satu Hektare
 

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, mengatakan kegiatan riset dan inovasi bersama BRIN dilaksanakan di lokasi Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.
 

Uji coba dilakukan di lahan Kelompok Tani Bina Harapan dengan luas satu hektare pada musim tanam kedua, periode Oktober hingga Desember 2026.
 

Lokasi tersebut menjadi tempat pengujian penerapan teknologi pengelolaan lahan dan formulasi pupuk organik untuk melihat efektivitasnya dalam mendukung produktivitas padi sawah.
 

Perkuat Pertanian Berbasis Teknologi
 

Selain pelatihan pupuk organik, kerja sama Pemkab Tangerang dan BRIN mencakup pembaruan data status hara fosfor (P) dan kalium (K), tingkat keasaman tanah (pH), serta kadar karbon organik (C-organik).
 

Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani, menyusun rekomendasi teknologi berdasarkan karakteristik tanah, serta mengembangkan aplikasi seluler sebagai panduan pengelolaan lahan.
 

Melalui kolaborasi riset dan penerapan teknologi tersebut, Pemkab Tangerang berharap pertanian semakin efisien, produktivitas padi meningkat, dan kesejahteraan petani semakin baik.
 

RMBANTEN.COM – Gancang, Bener Percaya Kajen.rajamedia

Komentar: