Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Calon Dewan

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Profil Mohammad Mokhber, Pengganti Presiden Iran yang Tewas Kecelakaan Helicopter

Laporan: Farez
Selasa, 21 Mei 2024 | 08:14 WIB
Wakil Presiden Iran yakni Mohammad Mokhber. (Foto: www.iranintl.com/Abbas Shariati)
Wakil Presiden Iran yakni Mohammad Mokhber. (Foto: www.iranintl.com/Abbas Shariati)

RMBANTEN.COM - Iran -  Presiden Iran yakni Ebrahim Raisi dinyatakan meninggal dunia, setelah insiden kecelakaan jatuhnya helikopter yang ditumpanginya terkonfirmasi kebenarannya.

Tak hanya Raisi, Menteri Luar Negeri Iran Abdollahian dan seluruh penumpang lainnya juga tewas dalam peristiwa tersebut.

Diketahui helikopter yang ditumpanginya jatuh di pegunungan provinsi Azerbaijan Timur pada Minggu, 19 Mei 2024.

Wakil Presiden Iran yakni Mohammad Mokhber kini diangkat menjadi presiden sementara menggantikan Ebrahim Raisi.

Berdasarkan Pasal 131 Konstitusi Republik Islam Iran, jika Presiden meninggal dunia saat menjabat maka dengan konfirmasi dari Pemimpin Tertinggi Iran, Wakil Presiden Pertama akan mengambil alih tugasnya.

Sebagai presiden sementara, Mokhber akan mengambil alih tugas Raisi menjadi Presiden Iran sementara.

Mokhber bersama dengan ketua parlemen dan kepala kehakiman akan menyelenggarakan pemilihan presiden dalam waktu 50 hari setelah kematian presiden.

Lalu siapakah Mohammad Mokhber yang menggantikan Ebrahim Raisi sebagai Presiden Iran sementara.

Profil Mohammad Mokhber

Mohammad Mokhber merupakan politikus yang menjadi Wakil Presiden pertama pada 2021 ketika Raisi terpilih menjadi Presiden Iran.

Mokhber lahir di Dezfu pada 1 September 1955, ia juga dikenal ekat dengan Pemimpin Agung Iran yakni Ali Khamenei, pemegang keputusan terakhir dalam segala urusa negara.

Sebelum menjadi wakil presiden, Mokhber sempat menjabat sebagai kepala Setad Iran selama 14 tahun dan bekerja untuk mengelola dana investasi terkait dengan pemimpin tertinggi Iran.

Sebagai informasi, Setad merupakan organisasi yang diikuti para kolongmerat yang fokus pada kegiatan amal dan berada di bawa kendali langsung pemimpin tertinggi Iran.

Pada tahun 2010, Uni Eropa memasukan Mokhber dalam daftar individu dan entitas yang diberi sanksi atas dugaan keterlibatan kagiatan radal nuklir (balistik).

Namun setelah dua tahun kemudian, Mokhber dikeluarkan dari daftar tersebut.rajamedia

Komentar: