Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Bikin Berjarak Di Politik! Gen Milineal Dan Z Diingatkan Bahaya "Lingkaran Setan"

Laporan: RMN
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net

RMBanten.com, Nasional - Generasi milenial dengan generasi Z diingatkan adanya  lingkaran setan di antara para remaja tersebut. Dalam demokrasi lingkaran setan tersebut bisa membuat para generasi muda menjadi tidak tertarik dengan dunia politik.

Begitu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara Indonesia Millennial and Gen-Z Summit 2022 di Hotel The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Jakarta Selatan, Jumat (30/9).

Adapun lingkaran setan dimaksud adalah status sosial ekonomi yang memecah belah antara anak muda yang berada di status sosial ekonomi menengah ke bawah.

"Di sisi lain benar yang saya sampaikan, bila hari ini mereka terlibat, maka insyaallah kedepannya mereka akan terlibat. Bila hari ini mereka tidak terlibat, kemungkinan mereka akan makin tidak terlibat di usia lebih lanjut," ujar Anies Baswedan.

"Yang harus diperhatikan adalah, itu kalau dibuat sebagai satu kelompok Z dengan Milenial, itu ada status sosial ekonomi," lanjutnya.

Sebelumnya, ia sempat menceritakan bahwa terdapat beberapa negara yang mengalami hal tersebut.

Dirinya pun khawatir apa yang terjadi pada demokrasi di luar negeri juga terjadi di Indonesia.

"Yang saya khawatirkan adalah kejadian di beberapa negara yang status sosial ekonominya itu tengah ke bawah, tingkat engagementnya rendah. Karena tingkat enggagememtnya rendah, maka isu isu yang menyangkut aspirasi mereka tidak dibahas dan tidak diproses dalam proses proses politik," terangnya. 

"Sehingga tidak diperhatikan. Karena tidak diperhatikan, makin berjarak lagi dengan proses politik. Jadi ini seperti lingkaran setan," imbuhnya.

Lanjut Anies, yang menjadi perhatian khusus adalah generasi milenial dan generasi z yang dari kalangan menengah ke bawah lantaran kurangnya akses dan waktu yanng cukup untuk membuat mereka tertarik dan berpartsipasi dalam demokrasi politik.

"Ini Adalah kelompok yang sering terlewatkan, seringkali mereka isunya tidak tergarap, dan tema yang mereka bahas bisa jadi berbeda dengan Milenial tengah dan tengah atas," pungkas Anies dilansir dari laman disway.rajamedia

Komentar: