Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Hasto: Anies Tak Perlu Dijegal, Cukup Lihat Prestasinya Saat Memimpin Jakarta

Laporan: Raja Media Network (RMN)
Senin, 19 September 2022 | 09:41 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto/Net
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto/Net

RMBanten.com, Pilpres - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan  tak perlu siapapun yang berusaha menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

Hasto menyampaikan itu saat  menjawab pertanyaan wartawan terkait pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman yang menyebut ada tangan tak terlihat yang tak ingin Anies maju di Pilpres 2024.

Hasto juga menepis tudingan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berusaha menjegal bakal capres-cawapres tertentu maju di 2024.

Menurut Hasto, rakyat yang menjadi penentu. Dan rakyat cukup melihat prestasi Anies saja saat memimpin Jakarta. Apakah cukup layak maju atau tidak di Pilpres 2024.

"Terkait dengan Pak Anies, tak perlu dijegal. Kita lihat prestasinya saja. Kalau tak percaya lakukan suatu riset yang objektif,” kata Hasto, dikuti RMN dari laman disway dalam konferensi pers secara daring, Minggu (18/9).

Hasto mengungkapkan bisa mulai dari janji kampanye Anies pada Pilkada DKI Jakarta yang lalu dan disandingkan dengan progres capaiannya.

"Kedua, sampaikan seluruh total APBD DKI selama Pak Anies jadi gubernur, lalu setiap pengeluaran biaya yang dikeluarkan dan apa dampaknya bagi kemajuan DKI Jakarta,” jelas Hasto.

Ketiga, pada saat bersamaan dibandingkan secara kuantitatif kinerja pak Jokowi-Ahok dan Ahok-Djarot.

“Lalu di kroscek dengan anggaran yang dikeluarkan bandingkan dengan outcome-nya,” ungkap Hasto.

Selain itu, bandingkan Anies dalam menghadapi dan menangani persoalan dasar rakyat Jakarta seperti banjir, tempat kumuh, kemacetan, ketersediaan air bersih, taman kota, kebersihan lingkungan.

"Sehingga kita berpolitik dengan fair, dengan meningkatkan kualitas demokrasi. Berikan pendidikan politik yang baik untuk rakyat.," katanya.

"Kinerja yang bagus kita tampilkan untuk jadi pembelajaran  bagi para kepala daerah yang lain. Kinerja yang tidak bagus pun kita tampilkan juga dilihat kenapa itu terjadi. Karena itu, adanya diksi jegal menjegal adalah suatu yang tidak tepat," demikian Hasto.rajamedia

Komentar: