Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pencegahan Karhutla Diperkuat. Prabowo Minta 70.000 Polisi Hutan

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin (12/10/2026). - Foto: Setkab RI/RMN -
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin (12/10/2026). - Foto: Setkab RI/RMN -

RMBANTEN.COM - Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan jumlah polisi hutan hingga 70.000 personel untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin (12/10/2026). 
 

Ia menegaskan, penanganan karhutla harus mengutamakan pencegahan, bukan hanya pemadaman setelah kebakaran terjadi.
 

"Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," kata Prabowo.
 

Prabowo Nilai Personel Polisi Hutan Perlu Ditambah
 

Prabowo menilai jumlah personel yang tersedia saat ini belum memadai untuk menjaga kawasan hutan Indonesia dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran.
 

Karena itu, ia meminta kebutuhan penambahan personel segera dipersiapkan sebagai bagian dari prioritas pemerintah dalam memperkuat perlindungan hutan.
 

"Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini," ujarnya.
 

Kapolri Diminta Bantu Pelatihan
 

Untuk mendukung rencana tersebut, Prabowo meminta Kapolri membantu proses pendidikan dan pelatihan polisi hutan agar personel yang disiapkan memiliki kemampuan memadai dalam menjalankan tugas perlindungan kawasan hutan.
 

“Kapolri nanti bisa bantu, ya, mendidik polisi hutan,” ucapnya.
 

Penambahan personel diharapkan memperkuat pengawasan kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
 

Pencegahan Harus Dimulai dari Tingkat Desa
 

Prabowo menekankan bahwa strategi penanganan karhutla harus mengutamakan pencegahan dan mitigasi secara presisi hingga tingkat desa.
 

Menurutnya, langkah tersebut telah dibahas bersama para pakar dari berbagai perguruan tinggi, profesor, serta ahli daerah yang memahami karakteristik wilayah masing-masing.
 

“Paling utama nanti adalah pencegahan, presisi, dan mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” tegasnya.
 

Pendekatan tersebut dinilai penting agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih dini dan penanganan dilakukan sebelum api meluas.
 

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
 

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan karhutla, termasuk para panglima, kepala kepolisian daerah (kapolda), dan pemerintah daerah.
 

Ia menegaskan, penanganan kebakaran hutan membutuhkan koordinasi lintas sektor serta pengerahan sumber daya yang memadai, mengingat tantangan geografis dan kondisi alam di lapangan tidak mudah.
 

“Saya kira, kalau kita tidak turun tangan secara besar-besaran, tidak bisa,” tandas Prabowo.
 

Melalui rencana penambahan polisi hutan, penguatan pelatihan, dan mitigasi hingga tingkat desa, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan upaya perlindungan hutan serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: